Arak Bako, Tradisi Mengantarkan Mempelai Pria Ke Rumah

Tabuhan gendang dan talempong (alat musik pukul khas Minang) bertalu-talu membuat proses arakan ini bertambah meriah. Sebelum memasuki gedung tempat resepsi diadakan, para datuak dan sutan (tetua adat) masing-masing pengantin saling berbalas pantun sebagai tanda penghormatan kepada tuan rumah.

tetua adat dari pihak wanita, proses ini bernama Arak Bako. Tradisi tersebut dalam pesta pernikahan di Sumatra Barat hingga kini masih dipertahankan.

"Arak-arakan pengantin ini bisa melibatkan banyak orang. Semakin banyak peserta arakan pertanda semakin tinggi status sosial pengantin," jelasnya.

Arak-arakan biasanya dimulai dari rumah orang tua pengantin pria yang disebut 'bako'. Sang pengantin pria atau 'marapulai' diarak ke tempat pengantin wanita atau 'anak daro'. Pihak 'bako' menunjukkan kepada keluarga anak daro keadaan sebenarnya dari 'marapulai' yang akan menjadi suaminya.

Menjelaskan, meskipun mereka jauh di rantau orang, tetapi tetap ingat dan menjunjung tinggi adat istiadat Minangkabau. Hakikat dari acara ini, pada peristiwa penting semacam pernikahan, pihak keluarga ayah ingin memperlihatkan kasih sayang kepada anak gadisnya dan harus ikut memikul beban sesuai dengan kemampuan mereka.(*)

Comments

Popular posts from this blog

Dendam Geng Tawuran, Seorang Pelajar Tewas Dihantam Kayu Balok di Jalan Bypass Padang

MUI Sumbar Keluarkan Taujihat Pelaksanaan Ibadah Idul Fitiri, Begini Isinya

Hujan Melanda Kawasan Bungus Barat Padang Diterjang Banjir-Ratusan Rumah Terdampak